Lingkungan

Mayoritas Gambut dan Rawa, Inhil Sulit Dapatkan Air Minum Bersih

INHIL, RIAULINK.COM - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan, melakukan ekspos tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Inhil kepada Tim Kementerian PUPR RI, Rabu (9/10/2019), di Kediaman Dinas Bupati Inhil Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan.

Hadir dalam kesempatan itu, Kasubbid Wilayah I Kementerian PUPR RI, Bappenas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Inhil, Plh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, Kepala Bappeda Inhil, Kepala Dinas PUPR Inhil, Kepala Dinas Perakim Inhil, Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, dan para undangan pertemuan.

Expose diawalinya dengan menjelaskan geografis Inhil, mulai dari daerah rawa, tanah gambut, hingga kondisi air yang ada di Inhil.

"Akibat lahan gambut dan rawa di wilayah kami, menyebabkan kesulitan mendapatkan air minum yang bersih. Pelayanan PDAM sebanyak 21 unit yang tersebar di 20 Kecamatan dengan kapasitas produksi 365 liter per detik," tutur Bupati.

Sumber air baku yang dipergunakan yaitu:
1. 6 bersumber dari sungai dan kanal adalah unit Tembilahan Kota, Sungai Salak, Sungai Guntung, Kota Baru, Kempas, dan Selensen
2. 15 yang bersumber dari sumur bor adalah unit Teluk Pinang, Sapat, Kuala Lahang, Sungai Piring, Mandah, Sungai Beringin, Enok, Concong Luar, Seberang Tembilahan, Perigi Raja, Pengalihan Keritang, Kuala Enok, Pelangiran, Pulau Burung, dan Pulau Kijang.

"Kami mengusulkan program air bersih berbasis desa yang dikelola oleh BUMDes. Dari 197 desa direncanakan ada 10 desa, yaitu; Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas, Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok, Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning, Desa Pinang Jaya Kecamatan Pelangiran, Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung, Desa Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling, Desa Pulau Cawan Kecamatan Mandah, Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang, Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, dan Desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka," urai Bupati.

Diutarakannya, pengelolaan air minum berbasis desa ini akan dilakukan oleh BUMDes. Untuk swakelolanya diperlukan beberapa sarana dan perasaan, berupa pembangunan sumur bor, pembangunan bak penampungan (reservoir), mesin genset, mesin pompa, pipa, keran air, serta water meter.

Namun, masalah yang paling berat dialami PDAM saat ini adalah sejak tahun 1980, pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan pipa distribusi belum pernah dilakukan peremajaan.

"Bahkan jaringan perpipaan pada posisi jalan utama sudah berada pada posisi di bawah jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran dan hal ini mengakibatkan kehilangan debit air yabg sangat signifikan, belum lagi kondisi pipa yang sudah cukup tua mengakibatkan korosi termakan usia," terang Pemimpin Negeri Seribu Parit ini.

Selain itu, imbuhnya, perlu dilakukan pelatihan SDM terhadap pengetahuan pengelolaan PDAM di bidang teknis dan administrasi.

Usai ekpose dari Bupati, dilakukan diskusi interaktif antar peserta pertemuan. Sebelumnya, Bupati menjamu para tamu kehormatan untuk sarapan bersama.