Ekonomi

Janji Tinggal Janji, Dua Tahun Warga Tanah Kuning Menunggu Listrik

MERANTI, RIAULINK.COM - Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin istilah itu cocok dengan kondisi yang dialami warga Dusun Manggis (Tanah Kuning, red) Desa Bokor, Kepulauan Meranti saat ini. 2017 lalu, mereka ditawarkan CV Putra Gemilang Meranti untuk pemasangan instalasi dengan menjamin kurun waktu dua bulan jaringan listrik sudah terpasang.

Namun, ucapan tak berujung kenyataan. Hampir dua tahun jaringan listrik yang didambakan warga tak kunjung dipasang. 

"Warga sudah membayar Rp 700.000 per rumah pada tahun 2017 untuk biaya instalasi dan hingga saat ini belum ada jaringan listrik yang terpasang," ujar Pj. Kepala Desa Bokor Aminullah kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Dirinya mengatakan, informasi dari kepala Dusun Manggis, bahwa sudah 25 rumah yang membayar kepada pihak CV  Putra Gemilang yang saat itu diwakili seorang oleh pria bernama Wahyu.

"Wahyu ini mengatakan setelah dua bulan pemasangan instalasi, jaringan akan masuk dan warga bisa menikmati listrik. Tapi setelah instalasi dipasang 2017 lalu sampai sekarang jaringan tak juga masuk," ujarnya.

Melalui kejadian tersebut Aminullah mengaku telah bertemu dengan Wahyu dan pihak kepolisian beserta warga di kantor Desa beberapa waktu yang lalu. Dari sana disepakati bahwa Wahyu hanya diberikan waktu lima hari untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun kenyataan juga berkata lain, Aminullah mengaku bahwa telah berjumpa dengan Wahyu kemarin dan warga dikatakannya kembali memberikan waktu hingga akhir tahun 2019 ini.

"Kemarin saya sudah ketemu sama Wahyu, kita beri kesempatan hingga akhir tahun, kalau tidak juga maka akan kita proses lagi," cerita dia.

Amin menilai ada unsur penipuan bila hal ini dibiarkan terus menerus. Hal ini terlihat bahwa dalam dua tahun tidak ada tindak lanjut dari pengerjaan listrik di dusun mereka.

Aminullah sendiri mengaku bahwa pada tahun 2017 sempat bertemu dengan Wahyu yang saat itu bersama dengan orang yang dikenalnya sebagai pihak PLN bernama Irin. "Saya tahunya kemarin Irin itu dari PLN, jadi saya persilahkan, selama itu baik dan feeling saya ada orang PLN bersama dia," sebutnya.

Dirinya juga mengaku bahwa selama dua tahun ini tidak mengetahui permasalahan ini. "Saya baru dengar juga dari pihak dusun, jadi saya cukup sesalkan bahwa permasalahan ini baru saya ketahui," aku Aminullah.

Hingga saat ini dikatakan Aminullah pihaknya hanya bisa menunggu hasil pertanggungjawaban dari Wahyu. Mengingat bahwa Wahyu juga diketahui sudah bukan rekanan resmi pihak PLN.

"Katanya kemarin akan coba diselesaikan dengan listrik bisa dimasukan. Kalau tidak uang warga itu dikembalikan," tegasnya.

Terpisah, Kepala PLN Rayon Selatpanjang Jannatul Firdaus, Jum'at (16/8/2019), mengatakan pihaknya belum bisa memberikan kepastian pemasangan jaringan untuk Dusun Manggis.

"Kita harap masyarakat bisa bersabar dan kita akan berusaha mendata dan meninjau lokasi," ungkapnya.