Sport

Kantongi 21 Suara, 'Ujang' Kembali Pimpin KONI Dumai

Ketua KONI Dumai terpilih periode 2019-2023, Khairuddin.

DUMAI, RIAULINK.COM - Khairuddin alias Ujang kembali menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai.

Hal ini melalui penyaringan dan penjaringan yang dilakukan oleh Tim Panitia Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Dumai yang dimulai dengan membuka pendaftaran bagi calon ketua.

Saat pendaftaran terdapat lima orang yang mengambil formulir, namun hanya tiga yang mengembalikan diantaranya Khairuddin, Zainal Arif dan Bayu Agusra.

Ketua Panitia Musorkot Dumai, Kimlan Antoni menyebutkan bagi siapa saja yang memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua akan diumumkan oleh panitia.

Yang memiliki hak suara dalam pemilihan adalah satu dari KONI Provinsi Riau, satu dari KONI Kota Dumai dan satu dari tiap pengurus cabang olahraga (pengcab).

"Untuk pengcab akan diverifikasi SK (surat keputusan) kepengurusannya atau surat mandat yang dibawa,” kata dia.

Setelah dilakukan beberapa tahapan dari hasil Musorkot pada Rabu, 7 Agustus 2019 lalu, ditetapkan Khairuddin alias Ujang kembali menakhodai KONI Kota Dumai.

Melalui proses pemilihan dengan perolehan suara yang dilakukan, Ujang berhasil memperoleh 21 suara sementara Zainal Arif 13 suara dan Agus nol.

Kepada riaulink.com, Kamis (8/8/2019) menyampaikan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan pengcab yang sudah memberikan kepercayaan lagi kepadanya untuk memimpin KONI Dumai sampai empat tahun mendatang.

"Dan insya Allah segala kekurangan dalam memimpin di periode sebelumnya akan kita benahi di periode 2019 – 2023 ini,"ucap Ujang.

Ia juga sempat menyebutkan visi dan misi sebagai Ketua KONI periode 2019-2023 nanti. Dengan mengusung logo Dumai Patriot, pertama, dirinya akan meningkatkan pola prestasi atlet dan tenaga keolahragaan baik itu wasit, juri dan pelatih.

"Yakni penghargaan bagi insan olahraga, pelaksanaan hari olahraga nasional dan meningkatkan insentif bagi atlet dan pelatih berprestasi,"sebut dia.

Kedua, memberdayakan pengcab atau badan fungsional olahraga dalam tata kelola manajemen organisasi yang baik.

Ketiga, menjalin kerjasama dengan stakeholder pemerintahan baik itu BUMN,  BUMD, serta instansi terkait dalam pemberdayaan keolahragaan.

"Untuk itu, kita berharap dengan kerja sama yang solid, insya Allah visi dan misi diatas bisa kita wujudkan bersama,"tutupnya.(kll)