Pendidikan

Zulaikhah Wardan: Peran Keluarga Sangat Penting dalam Pendidikan Anak

INHIL, RIAULINK.COM - Semakin hari perkembangan teknologi kian pesat. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya kaum generasi muda. Tak jarang akibat penggunaan teknologi tanpa pengawasan orangtua dapat menjerumuskan anak kepada hal-hal yang negatif.

Pemerintah tidak tinggal diam untuk mencegah dan meminimalisir masalah tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen PAUD dan Dikmas, menginstruksikan kepada seluruh Dinas Pendidikan di seluruh wilayah Indonesia untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga Lintas Instansi (SKPD).

Demi mengindahkan instruksi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Tahap I Pokja Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga Lintas Instansi (SKPD) dalam rangka sinkronisasi program kerja Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (14/8/2019).

Pada kesempatan itu, hadir Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan SSos ME bersama Sekretaris TP-PKK Inhil Ade Erra T Eddy, Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Rudiansyah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) R Rida Indaryanti, Fasilitator, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Pokja ini.

Zulaikhah Wardan mengaku senang dapat menghadiri FGD ini, menurutnya keluarga merupakan pendidikan pertama dan yang paling utama dalam pembentukan dan perkembangan karakter anak.

"Tadi disampaikan oleh fasilitator latar belakang dibentuknya Pokja ini karena masalah-masalah yang timbul banyak seperti kekerasan, narkoba, pornografi, radikalisme. Jadi dalam rangka menangkal inilah maka pendidikan keluarga itu sangat penting. Kemudian juga memang pendidikan itu diawali dari keluarga. Kalau keluarganya bagus, insya Allah pendidikan terhadap anak-anaknya akan bagus," urai Zulaikhah saat dimintai keterangan di ruang Kepala Dinas Pendidikan usai FGD.

Diharapkannya keterlibatan keluarga atau orangtua di dalam pendidikan, baik di sekolah maupun di luar sekolah, karena pendidikan non formal tersebut yang paling penting.

"Kalau kami dari PKK program ini ada sudah lama, di Pokja 1 ada namanya PAR yaitu Pola Asuh Anak dan Remaja dengan penuh kasih sayang," terangnya.

Zulaikhah berharap agar seluruh pihak terkait selalu berkoordinasi dalam melakukan tupoksinya. Ia menegaskan yang terpenting dalam pelaksanaan Pokja Pendidikan Keluarga ini adalah bukti nyata agar cita-cita membentuk generasi bangsa yang baik dapat terwujud.

"Yang paling penting dari Pokja ini kegiatan nyata sehingga nanti dapat dievaluasi sehingga anak-anak kita akan menjadi orang yang hebat," tukasnya.

Senada dengan yang dijabarkan Zulaikhah, Kepala Dinas Pendidikan Inhil menyebut bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi melibatkan keluarga, masyarakat, hingga lingkungan.

"Pendidikan bukan hanya tugas dari Dinas Pendidikan. Kami melakukan sosialisasi dan menjelaskan tupoksi masing-masing. Selama ini tupoksi sudah berjalan, ini tinggal koordinasinya saja lagi. Ini juga tujuan kita untuk membentuk anak Indonesia hebat ke depan, yaitu yang dimulai dari pra nikah sampai proses belajar mengajar," papar Rudiansyah.

Untuk diketahui, pihak terkait dalam Pokja Pendidikan Keluarga meliputi Dinas Kesehatan, BKKBN, Disnaker, Diskominfo PS, Kemenag, Kepolisian, serta BNN.

Diungkapkan Rudiansyah pula, dalam sosialisasi nantinya akan diminta peran ulama untuk menyampaikan pentingnya pendidikan keluarga pada setiap kegiatan keagamaan. (ray)