Hukrim

Kasus Karhutla, Polisi Tahap II-kan 11 Tersangka Perorangan

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau telah mencapai kata sempurna dalam penanganannya sepanjang tahun 2019 ini. Tercatat sudah 16 Laporan Polisi, 11 diantaranya ditangani penyidik Kejaksaan untuk segera disidangkan. 

"Tersangka ini, masih perorangan. Kasusnya sudah dilimpahkan sebagian besar ke Jaksa untuk tahap vonis hukumannya," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada Riaulink.com, Kamis (11/7/2019) petang. 

Dijelaskan Sunarto, 16 kasus ini melibatkan 16 orang tersangkanya perorangan dengan jumlah lahan yang terbakar seluas 165 hektare menyebar dibeberapa wilayah Riau. Untuk kasus yang sudah dilimpahkan ke Jaksa, tahap II nya sebanyak 11 kasus. 

"Tahap II nya ada 11 orang tersangka, artinya penyerahan barang bukti dan berkas perkaranya untuk segera disidangkan. Sementara tahap I nya masih ada 2 tersangka. Sisanya masih penyidikan," terang Sunarto. 

Untuk wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diantaranya meliputi kawasan Kabupaten Dumai ada 5 kasus, disusul Rohil, Bengkalis masing-masing ada 3 kasus. Sementara Inhil, Inhu, Polresta Pekanbaru masing-masing ada 1 kasus. 

"Untuk Meranti terdapat 2 kasus. Pelalawan, Siak, Rohul, Kampar dan Kuansing, masing-masing kosong alias tidak terdapat adanya kasus Karhutla," sebut Sunarto. 

Menurut Sunarto, para tersangka ini sengaja membakar hutan untuk membuat perkebunan secara instan dengan memanfaatkan kondisi cuaca kemarau ini. 

"Untuk tersangkanya masih perorangan, belum ada korporasi. Mereka membuka lahan dengan cara membakarnya tanpa memikirkan dampak sampingnya setelah kejadiannya," tandas Sunarto.(Emi)