Sport

Chevron Tolak Bantu PSPS Riau, Ini Alasannya

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Harapan ratusan massa Curva Nord pendukung PSPS Riau meminta PT. Chevron Indinesia mau membantu tim kesayangan masyarakat Riau, masih jauh dari angan-angannya. Sebab, perusahaan terbesar ini bahkan menolak memberikan bantuang kepada management PSPSP Riau. 

Setelah melakukan aksi damai didepan pintu gerbang utama PT. Chevron, Kamis (11/7/2019) siang, perwakilan massa Curva Nord dipanggil pihak perusahaan kedalam guna melakukan herring untuk memberikan jawaban atas aksi massa. 

Dalam pertemuan tersebut, Dolly San David selaku perwakilan Curva Nord, mengatakan bahwa pihak Chevron tidak mau membantu PSPS Riau dimusim ini hingga kedepannnya. Mengingat dalam beberapa tahun lagi, masa kontrak perusahaan asing ini akan habis. 

"Chevron tidak mau membantu PSPS Riau dalam musim ini hingga musim kedepannya," ujar Dolly San David selaku perwakilan Corva Nord kepada Riaulink.com, sore. 

Sementara itu, pihak Chevron juga mengatakan tidak bisa membantu PSPS Riau karena tim PSPS Riau masih berbadan perusahaan. Namun pihaknya bisa mensiasatinya dengan cara membantu suporter untuk membuat usaha yang nantinya hasilnya bisa disumbangkan ke club PSPS Riau.

"Dua tahun lagi Chevron akan hengkang dari Riau setelah habisnya massa kontraknya disini. Namun ini bukan menjadi alasan utama mereka untuk tidak mau membantu PSPS Riau," terang Dolly. 

Meski demikian, Dolly menyebut akan melakukan upaya ini terus menerus sampai pada akhirnya Chevron mau membantu PSPS Riau. Selain itu, upayanya akan mendatangkan lagi jumlah massa lebih besar lagi kesini. 

Selain Chevron, kata Dolly ada lima perusahaan terbesar di Riau yang menjadi target utama untuk didatangai. Yakni Bank Riau Kepri, PT. indah Kiat, RAPP, PTPNV, SKK Migas. Artian kata Dolly membangun kerjasama yang baik dengan PSPS Riau kedepannya demi kelangsungan hidup tim kesayangan Riau. 

"Sekali lagi kami tekankan, kami tidak minta hibah. Tapi hanya kerjasama dalam bentuk sponsor shep, berapa bantuan yang dikeluarkan masing-masing perusahaan yang diberikan ke management, hanya berupa brending tiket atau Jersye. Jadi jangan pikir kami minta duit," akui Dolly. 

Menurut Dolly, Chevron enggan membantu tim yang berjuluk Askhar Theking atau Tapir Sumatera ini, menurut Dolly Chevron selama dua tahun mendatang, perusahaan pengelola minyak mentah di Riau akan hengkang, mengingat masa kontraknya dengan pemerintah provinsi Riau akan habis. 

Selain itu, Dolly menjelaskan alasan Chevron lainnya karena hanya sebagai kontraktor negara melalui SKK Migas. Dimana hasilnya 90 persen penghasilannya untuk negara.(Emi)