Hukrim

Begini Tragedi Kematian Erna Widyawati Yang Lenyap di ujung Pisau

RIAULINK.COM, MERANTI - Erna Widyawati (33) Ibu Rumah Tangga (IRT) jalan Manggis Gang manggis RT 01 RW 10 Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, tewas bersimbah darah usai ujung Pisau menusuk dibagian leher. 

Sebagaimana yang diceritakan Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek SH MH dalam Konferensi Pers di Mapolres Meranti, Selasa 14 Mei 2019  siang, Kematian Erna Widyawati Yang memiliki dua orang anak berserta Suami bernama Zaipullah itu mati ketika diduga pelaku berinisial IG (19) warga jalan komplek UKA RT 03/RW 03 Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, menghabiskan nyawa nya dengan sebilah pisau dapur berwarna putih. 

Diduga pelaku melakukan aksi nya itu lantaran ketahuan ketika pelaku ingin melakukan Tindak Pidana Pencurian di rumah saudara Ali Amran (TKP) yang posisi rumah satu atap dengan rumah korban.  

Adapun modus Operandi, diduga pelaku kepergok atau diketahui korban pada saat berada di TKP untuk melakukan pencurian, dan kemudian tersangka alias pelaku melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menusukkan pisau dapur  yang ditemukan di TKP sebanyak dua kali dibagian  leher korban sehingga korban mengalami luka serius dan mengeluarkan dara pada leher yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Selanjutnya, Kapolres juga menceritakan kronologis kejadian atas musibah yang dialami korban. Tepat pada hari tanggal 30 April 2019 sekira pukul 08:45 WIB pelaku berangkat dari rumah menuju tempatnya kerja yang melintasi TKP.  Dimana pada saat itu pelaku melihat pintu rumah TKP dalam keadaan digembok dari luar dan pada saat itulah niat pelaku muncul untuk melakukan Tindak Pidana Pencurian di TKP. 

Setelah itu, pelaku memarkirkan sepeda motor nya di Gang Tumu (Gang Samping TKP, red) dengan maksud untuk membuang air kecil sekaligus untuk memantau situasi sebelum melakukan aksinya. 

Setelah situasi aman, kemudian pelaku masuk kedalam pekarangan TKP dan langsung menuju pintu samping TKP,  pada saat itu pintu dalam keadaan tertutup dan terkunci, kemudian pelaku mencoba mendorong pintu tersebut beberapa kali sampai akhirnya pintu tersebut terbuka, lalu pelaku masuk kedalam rumah tepatnya dibagian dapur. 

Setelah berada didalam rumah (Dapur, red) kemudian pelaku mencari Barang-barang berharga disekitar dapur dan pelaku belum menemukan Barang - barang tersebut. Tak sampai disitu, pelaku kemudian keluar melihat situasi dan kemudian masuk kembali kedalam rumah. 

Pada saat pelaku masuk kembali (TKP, red) pada saat itu juga pelaku diketahui korban yang pada saat itu ada Di rumahnya. Kemudian korban menghampiri pelaku melalui pintu perbatasan antara kedua rumah tersebut, dan korban bertanya kepada pelaku "Ngapain disini disini dek.....?,  dikarenakan pelaku melihat banyak keramik dirumah tersebut dan dibagian dapur rumah tersebut ada keramik yang belum dipasang kemudian pelaku menjawab" Mau Pasang Keramik " dan korban langsung menghubungi seseorang melalui Handphone miliknya sambil berjalan menuju rumahnya. 

Dikarenakan takut aksi pelaku terbongkar, dan pada saat itu pelaku melihat ada pisau dapur di rak samping pintu dan kemudian pelaku langsung mengambil dan memegang pisau tersebut dengan tangan kanannya dan menghampiri korban dari arah belakang. 

Setelah mendapat senjata tajam, pelaku langsung dari arah belakang membekap mulut korban dengan tangan kirinya, dan kemudian pelaku menusuk pisau dapur tersebut dibagian leher korban sebanyak 1 Kali.  Saat itu korban berupaya melepaskan tusukan pisau tersebut dengan tangan kanannya sehingga pisau lepas dari leher korban, dan melihat hal tersebut pelaku kembali menusuk pisau tersebut kebagian leher korban sebanyak 1 Kali dan saat itu juga korban berupaya melepaskan pisau tersebut, namun pisau tersebut tidak terlepas melainkan memotong leher korban dan korban lemas dan jatuh kelantai berlumuran darah. 

"Atas kejahatan yang dilakukan pelaku , pelaku dikenakan pasal 365 ayat 3 Jo Pasal KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun Penjara.  Selain itu,  pelaku pernah tersangkut dalam perkara pencurian dengan pemberatan tahun 2016 dan dihukum 6 tahun penjara sampai dengan bulan november tahun 2020 yang saat ini status tersangka pembebasan bersyarat, " ungkap Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek SH MH didampingi Kasat Reskrim Polres Meranti AKP Ario Damar SH.SIK, Kabag Humas Polres Meranti Iptu Herman Jalaludin dan Kanit Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Meranti Ipda Simamora. (Aldo)