Riau

Rutan Siak Membara, Tiga Petugas Dan Tujuh Napi Diperiksa Polisi

RIAULINK.COM, SIAK - Hingga saat ini, penyidik Polres Siak masih memeriksa tiga orang petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak Sri Indrapura, pasca penyebab terjadinya kerusuhan hingga pembakaran Rutan tersebut, Sabtu (11/5/2019) lalu. 

Hal ini diungkapkan Waka Polres Siak Kompol Hariri kepada Riaulink.com, Senin (13/5/2019) siang. Ia mengatakan pemeriksaan tiga petugas Rutan Siak guna menyelidiki penyabab pastonya puncak peristiwa tersebut. 

"Ada tiga petugas Rutan yang kita periksa, semalam. Untuk mencari penyebab peristiwa tersebut," ungkap Hariri diruangannya. 

Selain tiga petugas Rutan yang diperiksa, kata Hariri pihaknya juga telah memeriksa tujuh orang warga binaan yang diduga terkait perkara penganiayaan, pengrusakan, pembakaran hingga penembakan seorang oknum aparat. 

"Ada tujuh warga binaan yang kita periksa saat ini terkait kerusuhan di Rutan Siak. Terkait narkobanya kita serahkan ke Resnarkoba, sekarang lebih fokus kepada tindak pidana umumnya," terang Hariri. 

Lebih lanjut, Hariri enggan menyebutkan identitas tiga orang petugas Rutan Siak dan tujuh orang warga binaan. Mengenai status petugas itu, Hariri belum menetapkan status mereka, apakah sebagai sanksi atau tersangka. 

"Identitas belum bisa kita sebutkan, untuk tiga orang petugas Rutan Siak masih menunggu hasil pemeriksaan. Apakah sebagai sanksi atau tersangka dalam kasus tersebut," terang Hariri. 

Dijelaskan Hariri, tiga orang petugas Rutan Siak ini memiliki peran dalam peristiwa tersebut. Satu diantaranya yang membawa dan menyerahkan napi dari kamar keruang sel pemeriksaan. 

"Sementara itu, dua petugas Rutan lainya telah menunggu napi didepan sel. Mereka ini diduga sebagai pelaku penganiayaan," sebut Hariri. 

Sejauh ini hasil pemeriksaan pihaknya, menurut Hariri penyebab terjadinya peristiwa itu diduga pemicunya dari pemukulan oknum petugas Rutan pada  warga binaan yang terindikasi penyalah gunaan narkoba. 

"Warga binaan yang ada dihuni (Polres Siak) sekitar 20 orang. Semuanya akan dilakukan pemeriksaan. Tidak menutup kemungkinan akan berlaku hal yang sama terhadap napi yang sudah dievakuasi di kabupaten kota," tandas Hadiri. (Emi)