Hukrim

Ini Jumlah Barang Milik Negara Yang Dimusnahkan Tadi Pagi di Selatpanjang, Angkanya Hingga Ratusan Juta Rupiah

RIAULINK.COM, MERANTI - Pihak KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis lakukan Pemusnahan Barang milik Negara dari hasil penindakan dari tahun 2017 hingga 2018, di Kantor Bea Cukai jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Rabu, (13/03/2019) pagi. 

Pemusnahan Barang Milik Negara itu dihadiri langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis Muhammad Munif, Kabag Ops Polres Meranti Kompol Joni Wardi, Kasi Pidum Kejaksaan Meranti Junaidi Abdillah Siregar, BPOM Pekanbaru, KPKNL Dumai, DJBC Riau, dan beberapa tamu undangan lainnya. 

Dikatakan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis Muhammad Munif ketika Diwawancara menjelaskan, pemusnahan Barang Milik Negara ini Satker dari Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai yang menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang telah ditetapkan dan diamanat dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2006 Tentang Kepabean. 

Selain itu, Undang-Undang No. 39 tahun 2007 Tentang Cukai yang terdiri dari Revenue Collector, Community Protector, Trade Facilitator, dan Industrial Assistant. 

''Dalam menjalankan tugas sebagai Community Protector, yaitu melindungi masyarakat dari barang-barang Impor illegal yang dianggap mengganggu dan membahayakan masyarakat. KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis akan mengwujudkan tugasnya dalam bentuk pemusnahan barang-barang tersebut, '' katanya. 

Diakui Muhammad Munif, pemusnahan yang dilakukan oleh kami (KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis) merupakan Barang-barang hasil penegahan yang terungkap karena adanya kerjasama dan sinergi antara Bea Cukai, BPOM, Kepolisian, dan Kejaksaan yang sudah mendapatkan status Barang milik Negara yang berasal dari penindakan tahun 2017 - 2018 sebagaimana telah mendapatkan persetujuan pemusnahan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. 

''Barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak yang tidak mematuhi peraturan sehingga apabila Barang-barang tersebut lolos maka akan menimbulkan kerugian material, '' ujarnya. 

Bahkan, hal ini bisa merusakan kesehatan lingkungan, terancamnya stabilitas pasar dalam negeri Khsususnya produksi barang sejenis, serta timbulnya persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada Undang-Undang kepabeanan dan Cukai. 

''Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai Bengkalis berperan mengamankan penerimaan negara dibidang kepabeanan dan Cukai, sektor industri dalam negeri, dan kesehatan masyarakat, '' tambah nya. 

Sesuai data yang diterima, Barang Milik Negara yang dimusnahkan tadi pagi yakni, Rokok jumlah 339.320 batang. nilai, Rp.137.487.000. Kerugian negara 132.905.712.
MMEA jumlah 582 liter, nilai Rp.55.710.000, kerugian negara Rp.22.351.400
Handphone jumlah 125 unit, nilai Rp.100.000.000, kerugian negara Rp.25.000.000
Notebook jumlah 90 unit, nilai 135.000.000, kerugian negara Rp.13500.000
Makanan dan minuman jumlah 3960 package nilai Rp.456.522.000, kerugian negara Rp.147.849.261. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengaku sangat mendukung kegiatan pemusnahan barang bukti Bea Cukai tersebut dalam rangka melindungi masyarakat dari barang import Ilegal yang berhaya bagi kesehatan dan menjaga stabilitas pasar dalam negeri khususnya di Kepulauan Meranti.

Pada kesempatan itu dihadapan para tamu yang hadir, Wabup juga menjelaskan keterkaitan yang erat antara Meranti dengan Tanjung Balai, Provinsi Kepri dan negara tetangga dalam memasok barang pangan, makanan dan minuman khususnya saat pelaksanaan ivent-ivent hari besar keagamaan dan lainnya. Untuk itu Wabup juga meminta kebijakan dari Bea Cukai dan instansi vertikal terkait lainnya untuk tetap bersikap tegas namun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang makanan, buah dan minuman dari luar Meranti.

Terakhir Wakil Bupati berharap Kerjasama antara Jajaran Bea Cukai, Pemerintah Daerah dan pihak kemanan terkait terus terjalin baik dalam menjaga dan mencibtakan kondusifitas didaerah. Terutama dalam mengamankan masuknya barang ilegal yang merusak seperti minuman keras, Narkotika yang mana diwilayah Bengkalis dan Meranti dinilai sangat rawan karena letaknya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

"Terima kasih atas kerjasamanya semoga sinergitas yang baik ini terus terjalin," ucapnya. (Aldo)