Peristiwa

Paska Jalani Operasi, Korban Terkaman Harimau di Inhil Alami Trauma

Mardian, korban yang selamat dari terkaman harimau di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, masih dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, Jumat (8/3/2019). (Foto: iNews/Muhammad Yusuf)

RIAULINK.COM, INHIL - Kondisi korban yang diterkam harimau di Simpang Rawa Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, sudah semakin pulih pasca menjalani operasi RSUD Puri Husada Tembilahan, beberapa hari lalu. Namun, korban Mardian (31), masih tampak trauma akibat serangan binatang buas itu.

Mardian, warga Pungkat Kecamatan Gaung, menceritakan detik-detik saat seekor harimau sumatera menyerang dan menerkam dirinya di Simpang Rawa Gaung, Kabupaten Inhil. Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (2/3/2019) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum kejadian, Mardian tengah bekerja memotong kayu di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan yang memiliki luas 5.000 hektare (ha). Saat berjalan bertiga bersama temannya dan memasuki hutan, dirinya tertinggal di belakang. Saat itulah harimau sumatera menerkam dirinya.

“Waktu saya sedang jalan, harimaunya langsung menerkam saya dan saya pun jatuh,” kata Mardian saat ditemui di RSUD Puri Husada Tembilahan, Jumat (8/3/2019).

Korban kemudian berusaha meminta tolong. Satu temannya lalu berusaha menolong dan satu lagi keluar hutan untuk meminta pertolongan. Korban berhasil menyelamatkan diri dan menendang harimau bersama temannya.


“Kawan sempat ngidupin mesin chainsaw, harimaunya mundur dan lepas dari saya, lalu saya sepak harimaunya,” kata Mardian.

Korban berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka di bagian punggung, lengan, pipi, dan kepala. Mardian dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Kondisinya sempat kritis dan harus menjalani operasi karena luka parah yang dideritanya. Hingga kini, Mardian sudah hampir sepekan dirawat.

Sementara itu, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dokter Saut Pakpahan, usai operasi yang dijalaninya, kondisi korban semakin pulih. Beberapa hari ke depan korban dapat dipulangkan.

“Dalam beberapa hari lagi, sudah bisa dipulangkan dan bisa berobat jalan. Mengenai pembiayaan terhadap pasien, itu kami bantu dari RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Saut Pakpahan.

Saat ini, tim gabungan dari BBKSDA Riau, Polri, dan TNI, dan pemda setempat masih melakukan patroli di sekitar kawasan konservasi. Tim juga melakukan sialisasi larangan kepada warga untuk tidak mencari kayu ke dalam hutan.

Untuk diketahui, Suaka Margasatwa Kerumutan memiliki luas 95.000 hektare yang terletak di tiga kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Suaka Margasatwa Kerumutan ini menjadi habitat harimau dan populasinya berkembang sejak belasan tahun lalu. (***)