Lifestyle

Pria Ini Turunkan Berat Badan Lebih dari 45 Kg Tanpa Pergi ke Gym, Ini yang Dilakukannya

Logan Chapman ketika masih gemuk. (men's health)

RIAULINK.COM - Logan Chapman tahu bagaimana rasanya berjuang mati-matian untuk apa yang diinginkannya.

Ia berusaha hingga berhasil menurunkan lebih dari 45 kg dalam upayanya untuk menjadi sehat.

Tetapi, sebagai seorang pria yang membenci diet dan gym, Chapman mungkin memiliki salah satu pengalaman penurunan berat badan yang paling bisa diterima sepanjang masa.

“Saya merasa hidup saya mungkin sangat mirip dengan banyak orang lain yang berjuang melawan kenaikan berat badan,” kata Chapman, 30, dari Ontario, Kanada, kepada Men’s Health.

“Saya penggemar berat makan yang sangat tidak sehat, dan bukan penggemar olahraga. Saya menjalani gaya hidup yang sangat santai. Saya bisa begadang sepanjang malam bermain video gam dan sering minum minuman kaleng dan makan makanan besar pada jam dua pagi,” katanya lagi.

Tidak ada momen yang “wow” ketika dia memutuskan untuk menurunkan berat badan, tetapi satu hal yang mengusik pikiran Chapman adalah ketika ia melompat ke alat timbangan pada suatu hari dan melihat angkanya beringsut menuju 136 kg.

“Benar-benar tidak rasional. 136 kg itu angka yang sama sekali berbeda yang tidak dapat saya benarkan di kepala saya.”

Pada saat yang sama, Chapman melihat seorang teman baiknya memulai perjalanan untuk kesehatannya sendiri.

Temannya itu mulai makan lebih baik dan berolahraga lebih banyak, dan dalam waktu singkat, ia berhasil menurunkan hingga 23 kg.

“Saya pikir, ‘Wow, menurunkan berat badan bukanlah tugas yang mustahil, itu hanya butuh dedikasi’,” katanya.

Langkah pertama Chapman menyingkirkan semua kaleng-kaleng minuman soda yang diminumnya, yang secara instan menurunkan berat badannya hingga 4,5 kg.

Langkah kedua, adalah tidak makan makanan besar di tengah malam, yang menurutnya, lebih sulit daripada kedengarannya.

Namun, tantangan terbesarnya adalah ketika ia memutuskan untuk masuk ke gym untuk mencoba dan mempercepat penurunan berat badannya.

“Benar-benar sebuah skenario buruk yang menakutkan bagi orang seperti saya yang lebih memilih duduk diam dan tidak berada di dekat orang-orang,” kata Chapman.

“Setelah memaksakan diri untuk pergi beberapa kali, perlahan saya mulai menyadari bahwa saya memang tidak menyukainya.”

Jadi, tantangan Chapman selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana melanjutkan penurunan berat badan tanpa pergi ke gym. Syukurlah, istrinya punya jawaban, yaitu diet keto.

Ia melakukan diet rendah karbohidrat yang membuatnya makan lebih banyak protein dan lemak.

Ia kemudian memulai rutinitas lari kecil, yang membuatnya keluar dari gym tetapi masih berolahraga. Dalam satu tahun, ia berhasil turun 22,6 kg.

“Ketika melihat di cermin dan memperhatikan, saya telah langsing,” katanya setelah satu tahun itu. “Saya sangat senang dan bangga melihat hasilnya.”

Namun, Chapman masih harus menempuh jalan panjang untuk mengatasi apa yang disebutnya ‘cintanya abadi untuk makanan yang benar-benar mengerikan.’

Diet keto adalah langkah pertama yang baik dalam mengatur ulang dietnya, karena itu memberinya arahan.

Tapi begitu dia menjalani diet keto, makan menjadi lebih sulit lagi baginya.

“Saya tidak makan terlalu banyak, tetapi saya juga tidak melakukan diet tertentu,” jelasnya.

Chapman ingin sehat, tetapi ia tidak ingin menyerah pada semua makanan yang ia sukai. Jadi ia terus berolahraga dan hanya ingat bahwa jika ia akan makan pizza malam itu, maka ia harus berlari lebih lama atau makan yang lebih ringan untuk makanannya yang lain.

Dasar pemikirannya itu berhasil, dan ia terus menurunkan berat badannya secara perlahan selama beberapa tahun ke depan.

Meskipun kemajuannya melambat, namun Chapman akhirnya mencapai berat baru yang 87 kg, berarti ia berhasil menurunkan 47 kg dari berat terberatnya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, Chapman mengatakan dia bisa pergi ke toko mana pun dan menemukan pakaian yang bagus dan pas.

Kepercayaan dirinya meningkat, yang berdampak positif pada hampir setiap aspek kehidupannya.

“Fokus untuk menurunkan berat badan  juga telah memberi saya semacam dorongan yang tidak saya miliki sebelumnya,” katanya.

“Sekarang sepertinya tidak ada lagi tugas sulit yang tidak mungkin aku hadapi. Sebaliknya, sekarang saya tahu bahwa yang diperlukan hanyalah sedikit dedikasi.”