Sosbud

Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu

Umat Hindu di Bali merayakan Nyepi. (Foto: Istimewa)

RIAULINK.COM - Hari Raya Nyepi merupakan hari di mana Umat Hindu memperingati perayaan Tahun Baru Caka. Dalam perayaannya pun Umat Hindu melakukan Amati Geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin.

Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Nyepi memiliki makna dan pelaksanaan mengandung arti yang sangat baik, dengan tujuan dan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Nyepi berasal dari kata Sepi yang berarti Sunyi, Senyap dan Hening.

Tujuan utama dari perayaan Nyepi itu sendiri adalah untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sanghyang Widhi Wasa, untuk menyucikan Bhuana Alit (Alam Manusia) dan Bhuana Agung (Alam Semesta).

Tidak seperti perayaan Hari Raya pada umumnya yang identik dengan kemeriahan dan suka cita, tetapi untuk Umat Hindu Perayaan Nyepi dilaksanakan dengan Menyepi, Hening, Senyap dan Sunyi.

Nyepi pada umumnya diperingati dengan dengan empat tahap yakni Amati geni (tidak menyalakan api termasuk memasak). Itu berarti melakukan Upawasa (Puasa), Amati Karya (Tidak Bekerja), Amati Lelungan (Tidak Bepergian) dan Amati Lelanguan (Tidak Mencari Hiburan).

Jika kita renungi secara mendalam perayaan Nyepi mengandung makna dan tujuan yang sangat dalam dan mulia. Seluruh rangkaian Nyepi merupakan sebuah dialog spiritual yang dilakukan Umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud.

Sehingga melalui Perayaan Nyepi, dalam hening sepi kita kembali ke jati diri (Mulat Sarira) dan menjaga keseimbangan/keharmonisan hubungan antara kita dengan Tuhan, Alam Lingkungan (Butha) dan sesama sehingga Ketenangan dan Kedamaian hidup bisa terwujud.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa makna Nyepi itu sendiri adalah manusia diajarkan untuk menjaga diri, merenung sejenak dengan apa yang telah kita perbuat.

Di masa lalu, saat ini dan merencanakan yang lebih baik di masa yang akan datang dengan tidak lupa selalu bersykur dengan apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.