Riau

MPW Riau Bekukan MPC PP Pekanbaru

RIAULINK.COM, PEKANBARU - Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau, H Arsyadianto Rachman menilai Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Pekanbaru, telah melanggar Anggaran Rumah Tangga (ART) PP, dikarenakan tidak mengundang MPW, saat melakukan musyarawah cabang pada Rabu (27/2/2019) lalu, yang dipimpin oleh Jhon Lelek.

Hal tersebut merupakan hasil rapat pleno MPW PP Provinsi Riau, yang dihadiri langsung oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan seluruh pengurus teras MPW Riau.

"Berdasarkan dari hasil rapat pleno hari ini, kami memutuskan untuk membekukan MPC Pekanbaru. Disebabkan karena, tidak mengundang ketua MPW saat mengadakan Muscab," kata Arsyadianto Rachman, Jumat (1/3/2019).

Setelah membekukan MPC Pekanbaru, Ketua MPW Riau langsung menunjuk caretaker, agar PP Pekanbaru tetap berjalan.

"Mereka telah melanggar ART organisasi. Dan kami langsung menunjuk caretaker Iwan P," tambah Anto.

Lanjut Anto menjelaskan, pelaksanaan Muscab MPC tidak disetujui oleh MPW. Oleh sebab itu itu, MPW membekukan kepengurusan MPC Pekanbaru, dinilai telah melanggar ART.

"Maka kemarin kita minta pertanggungjawaban nya, namun sampai pleno ini tidak dikasih," paparnya.

Jabatan caretaker ini disampaikan Anto sampai diselenggarakan nya Muscab pemilihan ketua degenitif yang sesuai dengan ART yang berlaku.

"Kita harapkan kepada caretaker untuk segera melaksanakan Muscablub sebelum pemilu," harapnya.

Kata Anto, ditahun politik ini tentu kita ingin organisasi solid dan ikut menjaga keamanan pelaksanaan pemilu, mulai dari pemilihan caleg tingkat Kabupaten atau Kota, Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan juga Pilpres. Ini harapan MPW kepada seluruh pengurus dan anggota yang disebutkannya lebih kurang 10 ribu di seluruh Kabupaten atau Kota Semarang Riau.

"Untuk pembekuan MPC sudah ada SK nya, surat keputusan nomor 097.F/MPW-PP/Riau/III/2019. Dan penunujukan caretaker itu merupakan hak proegatif ketua MPW," tegasnya.

Sebenarnya, kata Anto, masa tugas MPC memang sudah habis, dan seharusnya pelaksanaan Muscab itu harus sesuai dengan ART PP. Dan disebutkan sudah ada perintah dari MPN yang sebelum Oktober akan melaksanakan Mubes.

"Kita sudah punya jadwal, jadi siapa saja MPC yang tidak bisa melaksanakan Muscab maka MPW akan menunjuk caretaker," tambahnya.

Untuk itu, Anto mengimbau kepada seluruh anggota yang tersebar di seluruh Riau untuk kepengurusan itu harus bersinergi dan sesuai dengan ART PP yang ada. Dan tentunya juga harus konsolidasi ke bawah sampai ke PAC-PAC.

"Karena ini ormas tentu juga harus memikirkan kesejahteraan anggota," ujarnya.

Terpisah, Jhon Lelek yang oleh MPW membekukan kepengurusan nya tidak mau memberikan keterangan banyak. Beliau hanya memberikan statement singkat.

"Saya gak mau kasih komentar terkait hal itu," singkatnya. (Wan)