Sport

PSG Tak Perlu Gengsi Main Bertahan Lawan Manchester United

PSG harus terbiasa tampil tanpa Neymar yang mengalami cedera panjang. (REUTERS/Charles Platiau)

RIAULINK.COM - paris Saint Germain adalah tim yang dikenal punya kekuatan serangan menakjubkan. Namun menghadapi Manchester United di Liga Champions, PSG bakal lebih bijak jika memilih sedikit bertahan.

PSG merupakan salah satu klub dengan trio lini serang tajam di Eropa. Edinson Cavani adalah striker dengan jam terbang tinggi, Neymar adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada di dunia sepak bola, sedangkan Kylian Mbappe adalah pemain muda terbaik dunia saat ini.

Kombinasi Neymar-Cavani-Mbappe menghadirkan kedahsyatan dan ancaman besar bagi lawan-lawan mereka. Musim ini, Neymar dan Mbappe sudah membukukan 22 gol sedangkan Cavani membukukan 20 gol.

Dengan ketiadaan Neymar dan Cavani, Mbappe kini sendirian berdiri sebagai andalan di lini depan. Dalam skuat yang ada, Eric Choupo-Moting dan Moussa Diaby masih bisa diharapkan turun sebagai penyerang.

Choupo-Moting mungkin bisa lebih dikedepankan lantaran ia punya pengalaman bermain di Liga Inggris sehingga sudah lebih mengenal pertahanan Manchester United.

Namun menilik performa terkini, rasanya lebih baik menumpuk lebih banyak pemain di lini tengah untuk mengimbangi gelandang-gelandang Manchester United.

Gelandang-gelandang Manchester United tengah berada dalam kondisi terbaik. Trio Nemanja Matic-Ander Herrera-Paul Pogba benar-benar jadi jaminan Manchester United bisa memenangi pertarungan di lini tengah. Karena itu, PSG harus menumpuk gelandang di lini tengah untuk bisa menahan kreativitas 'Setan Merah'.

Pilihan logis untuk PSG dalam laga lawan Manchester United adalah dengan memasang formasi 3-5-1-1 atau 3-5-2. Dua full back yaitu Dani Alves dan Juan Bernat punya kemampuan untuk naik turun membantu serangan. Mereka bisa ikut bertahan dan mengubah susunan jadi lima bek ketika diserang dan ikut maju ke depan lewat kecepatan mereka melalui serangan balik.

Dani Alves dan Juan Bernat juga bisa mengimbangi kecepatan penyerang sayap Manchester United, seperti Anthony Martial, Jese Lingard, ataupun Marcus Rashford.

Tiga bek sejajar yang mungkin bisa dimainkan PSG adalah Thilo Kehrer, Thiago Silva, dan Presnel Kimpembe. Marquinhos yang berposisi sebagai bek bisa didorong tampil jadi gelandang bertahan seperti saat menghadapi Olympique Lyon.

Jika tampil sebagai gelandang bertahan, Marquinhos juga tak canggung jika serangan Manchester United memaksa pemain-pemain PSG terus turun lebih dalam. Pilihan lain ada pada Leandro Paredes bila PSG ingin tim yang lebih bertarung langsung dalam perburuan bola di lini tengah dengan Manchester United.

PSG tentu berharap Marco Verratti benar-benar sudah pulih sehingga bisa jadi jenderal lini tengah. Kombinasi Verratti dengan Julian Draxler bisa benar-benar membuat Manchester United khawatir. Umpan-umpan terobosan Verratti dan Draxler bisa melumpuhkan pertahanan Manchester United yang sejatinya tidak terlalu bagus.

Angel Di Maria bisa ditempatkan sebagai second striker atau sebagai striker mendampingi Kylian Mbappe. Memang keduanya tidak akan punya kemampuan Cavani sebagai monster kotak penalti, namun kecepatan Di Maria dan Mbappe diyakini akan sulit ditandingi oleh bek-bek 'Setan Merah'.

Namun bila Thomas Tuchel masih berharap punya ujung tombak, maka ia akan menempatkan Choupo-Moting sebagai ujung tombak. Mungkin Tuchel bakal berani memainkan formasi 4-3-2-1 dengan Mbappe dan Di Maria bakal menopang Choupo-Moting sebagai ujung tombak.

Yang patut diingat, ini bukanlah leg penentuan. Masih ada leg kedua di Parc des Princes. PSG tak perlu gengsi untuk mencoba bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena hasil imbang atau pun kekalahan tipis di Old Trafford bisa jadi awal terwujudnya tiket menuju babak 16 besar untuk mereka.