Riau

Sayef A Assegaf Resmikan Sumur Bor dan Air Bersih di Kecamatan Dayun

RIAULINK.COM, SIAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sayed Abubakar Assegaf, saat peresmian penyerahan sumur bor air bersih di Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Senin (11/3).

Ia mengatakan, bantuan sumur bor itu merupakan aspirasi dari masyarakat, hal ini merupakan kewajibannya untuk menyampaikan hal tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

"Alhamdulillah, respon Kementerian sangat bagus, sehingga hari ini sebagaimana kita saksikan bersama air bersih yang masyarakat inginkan bisa terealisasi," kata Sayed.

Harapannya, program itu harus terus dipertahankan oleh pihak Kementerian, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, ia juga mengatakan air bersih merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat.

"Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan diharapkan untuk semua warga dan stake holder lainnya agar saling menjaga dan mengembangkannya," kata Politikus Demokrat itu.

Beliau juga mengatakan, program tersebut merupakan program Pokok Fikiran (Pokir) dewan untuk kemudahan masyarakat dalam menikmati air bersih.

"Tadi saya telah resmikan, saya coba meminum airnya, dan Alhamdulilah, air tersebut segar dan bisa di minum," terang anggota DPR RI asal Riau itu.

Beliau berpesan kepada masyarakat, agar merawat sumur bor tersebut, karena pemerintah tidak menganggarkan biaya perawatan.

"Untuk masyarakat kami berharap, agar menjaga dan merawat sumur bor ini, karena pemerintah hanya membangun saja, tidak menganggarkan biaya perawatan," jelas Sayed.

Sementara itu, Inspektur II di Inspektorat Jenderal di Kementrian ESDM Said Junaidi, mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pada tahun 2018 lalu, membangun 15 titik sumur bor di Propinsi Riau, yang diberikan ke masyarakat untuk kebutuhan pokok masyarakat, dari 15 titik yang dibangun, 7 diantaranya ada di Kabupaten Siak.

Said Junaidi mengatakan, selain Kabupaten Siak, Kabupaten/kota yang mendapatkan program sumur bor tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.

"Penyerahan sumur ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018, sebanyak 7 unit di Kabupaten Siak, 2 unit di Kotamadya Pekanbaru dan 4 unit di Kabupaten Rokan Hulu, dan 1 Unit di Kabupaten Kepulauan Meranti, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih," kata Said.

Beliau menjelaskan, selain itu, peresmian ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Riau masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

"14 unit yang dibangun di Provinsi Riau memiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 meter, debit 0,6 s.d 2,2 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter," katanya lagi.

Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1886 jiwa. Pada tahun 2018 di Provinsi Riau, telah selesai dibangun sebanyak 15 unit sumur bor yang tersebar di Kabupaten/kota.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an ini kata Junaidi, terhitung dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 2.288 unit sumur bor, dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM yang didukung oleh DPR RI Komisi VII sebagai mitra kerja berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak," katanya lagi.

"Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya. (Ikbal)