Riau

BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan Jaminan Kematian

RIAULINK.COM, SIAK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) kembali salurkan santunan Jaminan Kematian (JK). Kali ini, Sebanyak 3 orang ahli waris di Siak menerima santunan JK dari BPJS Ketenagakerjaan Siak. 

Ketiga ahli waris tersebut amat bersyukur. Pasalnya, dana santunan yang diterima mereka dinilai dapat meringankan beban keluarganya.

Program pemberian santunan JKM itu juga bersamaan dengan acara Pembekalan Teknis Pelaksanaan Jaminan Sosial bagi Lembaga atau Wadah (Kelompok) yang diadakan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Direktorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinanaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dihadiri oleh Dirjen Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Wahyu Widodo.

Program JKM itu diberikan kepada ahli waris almarhum Hendri, yakni Yanti Kurniati dengan jumlah sebesar Rp 24.045.390, almarhum Sutriono dengan ahli warisnya Zubaidah sebesar Rp 24.000.000 dan almarhum Sinema Daeli ahli warisnya Filifi Daeli sebesar Rp 24.000.000.

Ketiga ahli waris itu mengatakan akan mengguanak anggaran yang diterima mereka untuk pembiayaan anak dan keluarga. 

"Alhamdulillah, kita sangat bersyukur diberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat membantu meringankan keluarga kami," ucap Zubaidah, Minggu (10/2/2019),

Ia juga berprsan kepada masyarakat lain untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi bagi para suami yang bekerja di lapangan yang penuh risiko.

"Kita bukan mengharap dapat musibah bagi keluarga kita, baik itu kecelakaan maupun kematian. Namun risiko itu terkadang tidak dapat diprediksi datangnya. Maka dari itu, saya merasa betapa pentingnya bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Siak Yusuf Delfi mengatakan, santunan JKM itu yang diberikan kepada ahli waris tenaga kerja yang mengalami kematian ketika bekerja. Santunan diberikan kepada ahli waris dari almarhum.

"Ini sengaja kita barengi pada acara pelatihan teknis mas, Sehingga para ahli waris tenaga kerja yang meninggal dapat langsung berjumpa degan Bapak Dirjen," Sebutnya.

Dalam acara itu, tampak diikuti oleh seluruh lembaga wadah dan kelompok jaminan sosial tenaga kerja.

Kasubdit PHI dan Jamsos Sumirah menjelaskan, acara tersebut sebagai bentuk nawacita dalam memberikan perlindungan tenaga kerja dan pembinaaan. Pihaknya memberikan support dan harapan bahwa, tenaga kerja harus mengetahui dan ikut dalam jaminan sosial ketenagakerjaan ini.

"Kegiatan ini dalam rangka memberikan kesadaran terhadap tenaga kerja bahwa perlunya perlindungan," sebutnya.

Sambungnya, output acara itu untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja. Sebab, hal itu wajib bagi pekerja bukan hanya penerima upah tapi juga bukan penerima upah. Misalnya bagi petani, pedagang, nelayan, tukang ojek, tukang bangunan, sopir dan lain-lain.

"Kita sangat berharap kepada warga, terutama di Siak ini, ikutlah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini cara negara untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakatnya," Cakapnya. (Ikbal)