Sosbud

Mengapa Perayaan Imlek Identik dengan Warna Merah?

Lampion warna merah sebagai salah satu pernak-pernik Imlek. (Foto: Ray/ Riaulink)

RIAULINK.COM - Warna merah identik saat perayaan Imlek. Mulai dari hiasan rumah sampai pakaian yang digunakan. Bagi masyarakat Tionghoa, merah menjadi warna keberuntungan. Kesukaan rakyat dengan warna merah bisa dilacak sampai keturunan Kaisar Yan yang memuja api.

Dalam buku "Chinese Auspicious Culture" terbitan Elex Media Komputindo yang mengungkap rahasia di balik mitos dan kepercayaan rakyat China menjelaskan mengapa Imlek identik dengan warna merah. Dalam buku itu api adalah pembawa cahaya, nasib baik dan sumber hidup bagi manusia. Karena api itu merah, orang suci yang menciptakan batu api dan menghasilkan api dinamakan Kaisar Panas. Karena warna merah juga dikenal dengan chi, orang suci ini juga dikenal sebagai Kaisar Merah.

Selain itu, bangsa China kuno menganggap api sebagai inkarnasi Dewa Api dan Dewa Matahari. Maka mereka memuja warna merah.

Ada juga kepercayaan lain bahwa asal warna merah sebagai warna keberuntungan karena legenda Nian, hewan buas dalam mitologi China yang muncul di akhir tahun dan mengganggu keselamatan. Dan hal itu diketahui Langit, dewa yang dikirim ke dunia fana untuk selamatkan rakyat.

Langit memerintahkan masyarakat memakai pakaian merah dan menyalakan petasan merah, karena Nian takut dengan warna merah. Hal ini berhasil dan menjadi tradisi sampai saat ini. Masyarakat China menghias rumahnya dengan warna merah untuk menghindari roh jahat dan bernasib baik.

Hiasan berwarna merah tak hanya muncul saat perayaan Imlek saja, tetapi juga dalam acara ulang tahun maupun pernikahan. Hiasan-hiasan itu seperti lampion merah, angpao merah, dan pakaian serta pernak-pernik merah.

Tak hanya merah, kuning juga identik saat perayaan Imlek. Kuning dianggap sebagai warna tanah. Nuwa menggunakan tanah kuning untuk membuat manusia.